Pages - Menu

Senin, 18 April 2016

Tujuan, Manfaat, dan Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup

         Blog Kobi - Klasifikasi makhluk hidup pada mulanya dibedakan atas dua kelompok, yaitu makhluk hidup yang bermanfaat dan tidak bermanfaat. Selanjutnya, pengklasifikasian itu berkembang dengan cara lain seperti berdasarkan tempat hidupnya, misalnya hewan darat dan hewan air, tumbuhan darat dan tumbuhan air, berdasarkan ukuran besar kecilnya, misalnya tumbuhan rumput-rumputan, tumbuhan pepohonan, tumbuhan perdu dan berdasarkan kegunaannya, misalnya tumbuhan pangan, tumbuhan obat-obatan, dan lain-lain.

         Pada artikel ini kita akan membahas Tujuan, Manfaat, dan Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup sebagai kelanjutan dari materi sebelumnya yaitu tentang "Keanekaragaman Makhluk Hidup di Dunia". Pembahasan materinya akan kita bagi menjadi dua bagian yaitu tujuan dan manfaat klasifikasi makhluk hidup dan bagian kedua membahas dasar-dasar klasifikasi makhluk hidup.

Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup
         Sampai saat ini, jumlah makhluk hidup semakin banyak dan beraneka ragam, baik dalam hal ukuran, bentuk, struktur tubuh, maupun cara hidupnya. Karena begitu kompleksnya, tak mungkin klasifikasi mahluk hidup tersebut hanya menggunakan cara-cara sederhana seperti telah dijelaskan di depan. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus berkembang seperti perkembangan ilmu-ilmu lain. Oleh karena itu, sistem klasifikasi makhluk hidup dipelajari tersendiri dalam cabang ilmu biologi, yaitu taksonomi yang khusus membahas sistem pengelompokan makhluk hidup.

         Seperti kita ketahui bersama bahwa klasifikasi merupakan suatu cara pengelompokan makhluk hidup yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Sebenarnya, apa tujuan dari sistem klasifikasi itu? Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah:
a). mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki;
b). mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain;
c). mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup;
d). memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya.

         Berdasarkan tujuan tersebut, sistem klasifikasi makhluk hidup memiliki manfaat seperti berikut.
a). Memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beranekaragam.
       Jika ingin mengamati jantung dari anggota Aves, apakah kita akan membuka seluruh jantung semua jenis burung/Aves? Tentu tidak mungkin. Bayangkan, betapa repotnya bila kita harus melakukan hal itu. Untuk itu, kita cukup hanya mengamati jantung dari salah satu anggota Aves, misalnya burung dara.
b. Mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan yang lain.
       Apabila kita mengamati hewan kelelawar, elang, dan marmot, apakah kelelawar termasuk golongan Mamalia sama seperti marmot? Jika kita amati dengan saksama, maka kelelawar memiliki kesamaan dengan marmot, yaitu termasuk hewan menyusui (Mamalia), kesamaan lainnya adalah bereproduksi dengan beranak. Walaupun kelelawar dan elang memiliki sayap untuk bisa terbang di udara, tetapi elang mempunyai perbedaan, yaitu tidak menyusui, melainkan bertelur, sehingga elang termasuk kelompok Aves (burung).

Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup
         Dasar-dasar yang digunakan untuk mengelompokan makhluk hidup diantaranya yaitu perbedaan, persamaan, ciri morfologi dan anatominya, ciri biokimia, dan berdasarkan manfaatnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan persamaan dan perbedaan ayam dan elang berikut ini.

Berikut dasar-dasar pengelompokan makhluk hidup yaitu :
Berdasarkan Persamaan
         Seperti yang kita lihat pada contoh di atas, yaitu antara ayam dan elang, berdasarkan ciri-ciri yang kita lihat, termasuk golongan apakah ayam dan elang? Dengan mengamati ciri-cirinya, maka kita dapat memasukkan bahwa ayam dan elang adalah golongan hewan, yaitu jenis aves (burung) karena memiliki bulu, sayap, dan paruh.

Berdasarkan Perbedaan
         Apabila kita mengamati perbedaan ciri yang dimiliki ayam dan elang berdasarkan jenis makanannya, maka ayam termasuk herbivora (pemakan tumbuhan), sedangkan elang termasuk golongan karnivora, yaitu pemakan daging.

Berdasarkan Ciri-ciri Morfologi dan Anatomi
         Seperti yang kita lihat dan amati seperti contoh di atas, maka untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari makhluk hidup pertama-tama yang dapat kita lakukan adalah mengamati dari bentuk luar dari makhluk hidup tersebut, misalnya bentuk paruh dan jumlah sayap. Apabila kita hendak menggolongkan beberapa tumbuhan, maka yang dapat diamati adalah bentuk pohon, bentuk daun, bentuk bunga, warna bunga, dan lain-lain. Ciri-ciri inilah yang dinamakan ciri morfologi. Apabila kita mengamati dari ada tidaknya sel trakea, kambium, ada tidaknya berkas pengangkut, ada tidaknya sel kambium, ciri-ciri ini dinamakan ciri anatomi.

Berdasarkan Ciri Biokimia
         Sejalan dengan masa perkembangannya, untuk menentukan klasifikasi makhluk hidup selain berdasarkan ciri-ciri yang telah disebutkan di atas, bisa pula menggunakan ciri-ciri biokimia, misalnya jenis-jenis enzim, jenis-jenis protein, dan jenis-jenis DNA. Hal tersebut dapat menentukan hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan lainnya.

Berdasarkan Manfaat
         Dasar pengklasifikasian yang selanjutnya adalah berdasarkan manfaat dari setiap makhluk hidup, apakah memiliki manfaat yang sama atau tidak atau bisa saling menggantikan.

Sumber Tulisan :
BIOLOGI Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X oleh Idun Kistinnah dan Endang Sri Lestari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar